Cara Cek TKDN Produk & Supplier 2026: Panduan Vendor Verifikasi
Cara cek TKDN produk di portal Kemenperin (tkdn.kemenperin.go.id), verifikasi sertifikat supplier, dan validasi nilai TKDN sebelum bid agar tidak gugur klaim preferensi.
Panduan ini dari BorongAda — asisten AI untuk menang tender pemerintah.
Mengapa Cek TKDN Penting
TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) adalah persentase nilai komponen lokal terhadap total nilai produk/jasa. Sebagian besar vendor hanya mengurus TKDN produk sendiri lalu meng-klaim preferensi tanpa verifikasi pendukung. Ini berisiko: jika supplier komponen Anda tidak punya TKDN aktif, perhitungan TKDN produk akhir bisa tidak valid saat klarifikasi Pokja. Vendor kalah klaim preferensi 25% di tahap akhir = kalah tender meski penawaran kompetitif.
Panduan ini ditujukan untuk vendor yang ingin klaim preferensi TKDN bertahan saat klarifikasi. Anda akan mendapat workflow validasi 3 layer: produk Anda, komponen supplier, dan sertifikat kompetitor untuk benchmarking.
Panduan ini ditujukan untuk vendor yang ingin cek TKDN cepat sebelum window submit habis. Anda akan mendapat shortcut portal Kemenperin, format bukti yang Pokja terima, dan checklist cek-cepat sebelum upload penawaran.
Portal Resmi: tkdn.kemenperin.go.id
Database TKDN dipublikasikan oleh Kemenperin di tkdn.kemenperin.go.id. Akses publik tanpa login. Anda bisa cek:
- Sertifikat TKDN per produk (nama produk, perusahaan, nilai TKDN, masa berlaku)
- Sertifikat TKDN per perusahaan
- Riwayat perpanjangan
- Status (Aktif, Expired, Dicabut)
Langkah 1: Buka Portal & Pilih Mode Pencarian
Halaman utama menyediakan 3 mode:
- Cari berdasarkan Nama Produk — cepat untuk produk umum (kabel, beton, alat kesehatan)
- Cari berdasarkan Perusahaan — saat Anda tahu nama supplier/kompetitor
- Cari berdasarkan Nomor Sertifikat — verifikasi langsung dokumen yang Anda terima
Langkah 2: Input Pencarian
Untuk produk umum, input keyword spesifik (misal "kabel listrik tegangan rendah", bukan hanya "kabel"). Sistem akan menampilkan daftar pemegang sertifikat dengan filter sektor.
Langkah 3: Verifikasi Detail Sertifikat
Klik baris untuk melihat detail. Periksa:
- Nilai TKDN — sesuaikan dengan threshold paket
- Masa berlaku — sertifikat expired tidak bisa dipakai
- Kategori produk — kadang sertifikat spesifik per varian (motor 1 PK ≠ motor 2 PK)
- Nomor sertifikat — cantumkan di dokumen penawaran
Langkah 4: Download Bukti
Sebagian besar sertifikat bisa di-download PDF dari portal. Lampirkan saat upload penawaran sebagai bukti pendukung klaim preferensi.
Temukan tender yang cocok dengan kualifikasi Anda
BorongAda mencocokkan SBU/KBLI Anda dengan tender yang baru tayang.
Cek TKDN Sebelum Bid: Workflow 3 Layer
Layer 1: Produk Anda
Pastikan sertifikat TKDN produk Anda masih aktif dan sesuai dengan varian yang ditawarkan. Sertifikat untuk model 1 tidak otomatis berlaku untuk model 2.
Layer 2: Komponen Supplier
Untuk produk dengan komponen kritis (motor, panel, controller, software), cek TKDN supplier — terutama jika perhitungan TKDN produk Anda mengandalkan komponen tersebut sebagai "lokal". Mintalah salinan sertifikat supplier sebelum quotation.
Layer 3: Kompetitor
Sebelum men-set harga, cek TKDN kompetitor potensial untuk paket sejenis. Jika 3-5 kompetitor punya TKDN ≥ 30%, advantage Anda dengan TKDN 25% terbatas. Jika hanya Anda yang punya TKDN, advantage maksimum.
Format Bukti yang Pokja Terima
Saat klaim preferensi 25%, Pokja minimal meminta:
- Sertifikat TKDN PDF dari portal Kemenperin (bukan scan kertas)
- Nomor sertifikat yang dapat dicek ulang
- Masa berlaku minimal sampai akhir kontrak
- BOM ringkas untuk produk kompleks (jika diminta)
Common Mistakes Saat Klaim TKDN
- Sertifikat expired 1-2 hari sebelum upload — Pokja menolak
- Sertifikat untuk varian lain — misalnya certified produk A tetapi tawarkan produk A2
- Tidak melampirkan bukti TKDN supplier saat dipinta klarifikasi
- Klaim preferensi TKDN 25% padahal produk certified hanya 20% — Pokja recalculate
- Sertifikat dari lembaga non-Kemenperin — tidak diakui
Strategi Validasi TKDN Sebelum Bid
Pendekatan vendor pemenang: validasi TKDN 3 layer di-otomatisasi dengan AI yang men-scan portal Kemenperin untuk produk Anda + komponen supplier + benchmark kompetitor. Output: laporan singkat "TKDN claim Anda valid sampai DD/MM/YYYY, supplier X butuh perpanjangan dalam 30 hari, kompetitor Y memiliki TKDN 28% di kategori ini." Decision-ready dalam 5 menit.
Strategi Validasi TKDN Sebelum Bid
Pendekatan vendor terorganisir: setup reminder per sertifikat TKDN: H-90, H-30, H-7 sebelum expired. Plus reminder 30 hari setelah perpanjangan supplier — validasi ulang. Tanpa reminder eksplisit, banyak vendor baru sadar sertifikat expired di hari upload penawaran. Visibility = klaim preferensi yang tidak gugur.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah portal Kemenperin gratis?
Ya, gratis dan publik. Tidak perlu login untuk pencarian dasar.
Bagaimana jika sertifikat tidak ditemukan di portal?
Cek nama perusahaan dengan ejaan alternatif. Jika tetap tidak ada, sertifikat mungkin tidak valid atau dari lembaga non-Kemenperin (yang tidak diakui untuk preferensi).
Berapa cepat update database Kemenperin?
Sertifikat baru biasanya muncul di portal 1-7 hari setelah penerbitan resmi.
Bisakah saya download list semua produk certified untuk benchmarking?
Tidak ada export resmi. Anda harus search per kategori. Tools komersial pihak ketiga (mis. Doran.id) menyediakan database hasil scrape, tetapi gunakan sebagai indikator awal — verifikasi final tetap di portal Kemenperin.
Apakah TKDN untuk e-Katalog terlihat di portal yang sama?
Ya. Database tunggal mencakup semua produk certified, termasuk yang juga ada di e-Katalog.
Langkah Berikutnya
Langkah Selanjutnya: Biarkan AI Bantu Anda Menang
Anda sudah tahu prosesnya. Sekarang biarkan BorongAda otomatis mencocokkan kualifikasi, review dokumen, dan analisis harga — supaya Anda fokus menang.
Digunakan oleh 2.500+ vendor UMKM di seluruh Indonesia
Mulai Cek Kualifikasi Gratis